Thursday, July 7, 2016
Risna Member Baru Group Sex Ku
MEJA13 - Boy dan Dina pun telah tiba di sekolahnya, Berbarengan dengan Alex yg membawa penumpang ABG cantik. Setelah mobil Alex terpakir, Risna segera keluar dari mobil Alex, dan matanya sempat melihat Boy yg mencium kening Dina.
Setelah mendapat ciuman Boy, Dina lalu turun berjalan masuk ke gedung sekolahnya, dan di susul oleh Risna. Risna berjalan cepat,
“Din… Dina.. tunggu“ begitu katanya.
Dina menoleh
“eh, gua gak mau ribut sama loe..” kata Dina.
“eh bukan.. bukan begitu, gua cuma mau minta maaf..” kata Risna.
Langkah Dina terhenti
“maksud loe“. “gua, eh gua cuma mau berteman ama loe“ kata Risna.
“sejak gua di sekolah ini, gua juga sudah menganggap loe teman gua koq..” balas Dina.
Mereka pun berjalan beriring menuju kelas mereka.
“Boy, masa sih loe gak cobain m-e-m-e-k si Dina?
“tanya Alex. Boy hanya diam saja.
“gile loe, udah tidur di ranjang loe, masih gak loe e-n-t-o-t, kenapa loe impotent yah“ kata Alex.
Boy cuma tersenyum saja, yg membuat Alex semakin penasaran.
“terus loe apain ajah, tuh anak?“ tanya Alex lagi.
“udeh, loe sama si Risna udah sampe mana?“ tanya Boy.
“he he he, belom apa apa, cuma gua udah tahu, m-e-m-e-k nya masih botak, dan becek banget“ kata Alex dengan bangga.
“bullshit…“ kata Boy.
“ha ha ha, paling lama 2 kali 24 jam lagi, gua udah e-n-t-o-t-i-n tuh anak..” kata Alex lagi.
Suara menderu mobil Celica Tommy terdengar, berjalan pelan pelan menuju tempat parkir. Wajah Tommy terlihat tegang, dia melewati Boy dan Alex begitu saja.
“kenapa tuh anak yah, dari kemarin lagunya begitu“ tanya Alex.
“gua juga gak ngerti..” jawab Boy.
Setelah mematikan mesin mobilnya, Tommy lalu segera turun dan berjalan masuk. Alex segera menyusulnya di ikuti Boy.
“Tommy, loe kenapa sih, dari kemarin tampang loe kusut begitu?“ tanya Alex.
“bukan urusan loe“ jawab Tommy .
“eh, kita betiga, itu sudah sepakat, saling membantu, saling berbagi, urusan loe jadi urusan gua juga“ kata Alex.
“loe tanya tuh sama dia“ kata Tommy menunjuk hidung Boy .
Tommy pun terus berjalan. Alex menghentikan langkahnya
“Boy, apa kabar?“ kata Alex.
Boy berjalan menuju bangku taman, di halaman sekolahnya. Dia duduk dan menceritakan dari awal. Alex yg mendengar menghela nafas.
“gua udah bilang, dari pertama, jangan melibatkan perasaan kalo mau main ini
“kata Alex. Boy pun diam saja.
“loe juga Boy, ngapain lagi, loe berebut sama Tommy, leo bisa pake si Rini atau Sisca, bego juga loe..” kata Alex lagi.
“Tommy, gak fair Lex, kalau dia suka sama Dina, go ahead, gua gak akan larang, tapi jangan si Dina di bikin sakit hati, gua gak terima“ kata Boy.
“loh, apa urusannya sama loe, biar aja, toh si Dina memang rela jadi perek kita, konsekuensinya yah itu“ kata Alex.
“Lex, gua ini bejat, tapi gua manusia, gua juga punya perasaan“ kata Boy.
“mati gua, loe juga cinta sama si Dina?“ kata Alex.
“engak, gua cuma, sayang sama dia“ kata Boy enteng, lalu berjalan masuk ke kelasnya.
Hari itu , Tommy terlihat begitu tegang, dia hanya duduk di kelas. Tak ke tempat pak Karta, tak ke ruang rahasianya. Perasaan Alex dan Boy pun gundah. Bahkan Rini dan Sisca tak berani menegurnya.
Saat istirahat, Alex asik bersenda gurau dengan Risna. Alex telah membuktikan dirinya memang patut mendapat acungan jempol. Belum satu minggu Risna sudah jatuh ke pelukkannya.
Sedang Rini, Sisca dan Dina, mereka bersama sama, makan di kantin. Boy pun hadir menemanni mereka. “gua heran, kenapa Tommy bisa kepincut sama loe, padahal gua lebih cantik“ kata Sisca.
“uewwek, gua mau muntah nih“ kata Rini.
“sebenarnya, ini bukan masalah cantik atau jelek, tapi masalah perasaan“ kata Boy.
Mata ke tiga ABG itu menetap Boy.
“maksud loe?“ tanyaa Sisca.
“Tommy, suka sama Dina, tapi tak berani mengakuinya, dia tak rela kalau Dina main dengan orang lain selain dirinya“ kata Boy.
“terus loe suka juga sama Dina kan?“ kata Sisca.
“yah gua suka sama Dina, tapi gua juga suka sama loe, suka sama Rini“ kata Boy.
Mereka diam.
“gua gak larang kalau loe pada mau main sama siapa, yg penting enjoy aja.” kata Boy lagi.
“Dina, gua mau ngomong sama loe“ kata Tommy yg tiba tiba ada di sana.
“mau omong apa?“ kata Dina.
Tommy memegang tangan Dina, dan membawanya dari sana.
“Dina sebenarnya mau loe apa sih?“ kata Tommy.
Dina mengerutkan Dahinya
“mau juga, gua yg nanya sama loe, loe maunya apa?“. Tommy terdiam.
“gua gak boleh punya perasaan suka sama loe, ok fine gua bisa menerimanya, artinya gua juga bebas, tapi kenapa loe mesti marah gua pergi sama Boy.” .kata Dina.
“gua minta leo, main sama gua aja, gak boleh sama orang lain, gua bayar loe minta berapa“ kata Tommy.
Dina tersenyum ,
“loe tahu ngak, semalam gua di kasih berapa sama Boy..?“ Boy diam tak berkata kata.
“loe jangan egois Tom, eloe mau badan gua buat loe sendiri, gua juga minta badan loe buat gua aja, jangan n-g-e-n-t-o-t sama cewek lain kalau leo setuju, ok gua turuti kemauan leo , kalau gak forget it“ kata Dina.
Tommy tak dapat berkata kata .
“it’s ok, sayang, kalau eloe mau n-g-e-n-t-o-t sama gua besok malam yah, sebab entar malam Boy udah booking gua..” kata Dina sambil mengelus selangkangan Tommy.
Tommy hanya berdiri terpaku ,
“oh iyah, gua udah belajar dari loe, gua udah gak ada perasaan apa apa sama loe“ kata Dina lagi, dan berjalan meninggalkan Tommy.
Pulang sekolah, tampak Alex dan Risna berjalan bersamaan, wajah ke dua ABG ini begitu ceria. Risna, menegur sapa, setiap temannya, memamerkan gebetannya yg tidak tanggung tanggung. Dengan senyum bangga Risna masuk ke Supra merah Alex.
Mobil itu pun berjalan , pelan ke luar gedung sekolah itu , terdengar raung keras mobil itu , menjauh dari gedung sekolah .
“Boy, gua pinjem Dina sebentar“ kata Tommy .
“gila loe, pake bilang pinjem, loe itu teman gua, kita saling bagi Tom, kalau loe mau silakan saja“ kata Boy.
Tommy tersenyum .
“tapi gua terus terang bilang sama loe, gua suka sama si Dina, jadi gua minta kalau dia gak mau, jangan loe paksa“ kata Boy lagi.
Mereka pun tiba di tempat parkir mobilnya,
“Dina, loe gua antar pulang yah“ kata Tommy.
Dina tersenyum,
“besok aja yah sayang, kan gua udah bilang malam ini gua sama Boy..
“kata Dina, dan masuk ke dalam mobil Boy.
Mobil Alex pun terus melaju, kepala Risna bersandar di bahu Alex.
“Risna, kita ke hotel yuk“ kata Alex.
“ihh, ngapain…” kata Risna.
“yah supaya kita bisa lebih asik“ kata Alex.
Risna diam tak menjawab, yg di artikan Alex tanda setuju.
Setelah Risna berada di kamar hotel mewah itu, Alex melumat bibir Risna. Dan Risna pun membalasnya dengan penuh nafsu. Mereka brcumbu dengan liar. Tangan Alex tak sungkan lagi menyelinap masuk ke dada Risna memainkan buah dadanya yg masih tertutup bra coklatnya.
Desah Risna terdengar semakin jelas. Perlahan baju seragamnya lepas dari tubuhnya, begitu pula dengan branya. Kini jelas terlihat buah dada Risna yg bulat kencang dengan putting susunya yg kecil menonjol keluar. Santapan nikmat bagi lidah Alex. Risna mendesah, dengan tubuh yg mengelinjang.
Tangan dan lidah Alex, bermain dengan nakal, terus menerus membuat Risna terhanyut dalam birahi. Tangan Alex, mulai menyingkap rok abu abunya, merabai selangkangan celana dalam coklatnya. Alex bisa merasakan lembab di celana dalam Risna.
Risna menahan tangan Alex.
“Alex, kalau kamu punya pacar yg sudah gak virgin, apa kamu masih mau sama dia?“ Dahi Alex mengerut.
“shit, gua buang buang waktu, susah susah merayu dapet barang bekas“ maki Alex dalam hati.
“Alex koq diam“ kata Risna lagi.
“aku tidak diam, sayang, aku tak pernah peduli soal itu“ kata Alex yg jarinya mengesek selangkangan celana dalam Risna.
“Sungguh Alex“ kata Risna lagi.
Alex mengangguk. Risna mencium bibir Alex lagi. Makin tampak jelas, di selangkangan celana dalam Risna, bercak basahnya makin meluas.
Alex pun mulai melepas rok abu abu Risna, begitu juga dengan celana dalam Risna. Bukit kemaluannya gundul, dengan bibir memeknya tebal. Jari Alex membuka belahan bukit memeknya, memainkan klitoris Risna dengan jarinya. Lendir nikmat Risna mengalir terus. Liangnya sudah siap untuk penetrasi.
“ahh Alex, aku gak tahan…“ rintih nikmat Risna.
Lidah Alex pun menjilati klitoris Risna yg membesar karena birahinya. Jari Alex juga memainkan liangnya. Birahi Risna makin membumbung tinggi. Dan terus tinggi hingga dia mengejang.
“ahhh, Alex gua keluarr“ jerit Risna.
Risna pun menciumi bibir Alex dengan penuh nafsu
“Alex, aku sayang kamu“. Tangan Risna melepas resleting celana Alex.
Mengeluarkan isinya dari dalam kolor hitam Alex. Risna bukan gadis lugu, dia sudah tahu cara membuat cowok bahagia. K0ntol Alex di jilatinya, membuat Alex mengeram kenikmatan.
K0ntol itu juga di kulum Risna penuh nafsu. Dengan memegang kepalanya Alek bergoyang mengeluar masukkan k0ntolnya. Alex terus mengeram, dan akhirnya k0ntolnya tumbang, dengan melepas cairan birahinya, kedalam mulut Risna.
Alex terkapar lemas. Risna pun menciumi bibir Alex, sambil tangannya mengelus elus batang k0ntol Alex. K0ntol itu pun lambat laun menghargai jerih payah Risna. K0ntol itu membesar kembali. Risna kemudian mengambil posisi menungging, dan melebarkan kakinya. Memeknya tampak menawan dari belakang. Dengan liang memek terbuka, basah siap di buahi.
Alex pun bersiap, mengambil ancang ancang.
“awhh“ jerit Risna, ketika Alex mendorong masuk batang k0ntolnya.
K0ntol itu mulai bergerak keluar masuk, menyebabkan Risna mengerang nikmat. Sambil mengelus elus punggung Risna yg mulus, k0ntolnya terus bergerak maju mundur.
“ohh, Alex, terus enak..” erang Risna, menikmati gesekkan k0ntol Alex.
Cukup lama mereka saling memuaskan dirinya, sampai Risna mengejang, dan ambruk terbaring tengkurap di atas ranjang hotel mewah itu. K0ntol Alex tampak masih mengacung, dia tak memberikaan waktu untuk rehat.
K0ntolnya terus mendesak liang memek Risna. walau posisi Risna tengkurap. Risna mengelijing dalam tindihan tubuh Alex. Alex sekarang harus memuaskan dirinya. Dia bergerak cepat, membuat Risna semakin kelojotan. Tak lama k0ntol Alex pun terpuaskan dengan menyembur spermanya, membasahi liang memek Risna.
Mereka terbaring lemas, dengan kepuasan birahi mereka msing masing.
“ha ha ha, jadi loe susah susah ngebombal, cuma dapet m-e-m-e-k udah dobol“ kata Boy.
“berengsek, loh“ kata Alex meninju pundak Boy.
Lalu mereka berjalan masuk ke gedung sekolahnya.
“eh kenapa loe girang banget“ kata Tommy yg bertemu mereka di taman.
“ha ha ha, ada playboy salah sasaran“ kata Boy.
“kenapa sih“ tanya Tommy penasaran.
Boy menceritakan, dan Tommy pun tertawa terbahak bahak.
“Boy, loe ngapain aja sama si Dina semalam?“ tanya Tommy.
“ah gak ngapain, cuma bobo doang“ kata Boy.
“eh, yg bener loe, loe e-n-t-o-t yah“ tanya Tommy penasaran.
“kagak, sumpah bener cuma bobo“ kata Boy.
Tommy cuma diam.
“Tom, loe percaya aja deh, si Boy itu kan b-a-n-g-s-a-t yg baik hati ha ha ha“ kata Alex tertawa tawa.
Mereka pun berjalan memasuki gedung sekolah itu.
Hari itu adalah hari Jum’at, yg berarti week end, karena hari Sabtu mereka Libur. Boy memprakarsai untuk pergi ke puncak bersama sama. Maksud Boy di terima baik oleh Tommy dan Alex. Alex pun mengizinkan Villa besar dan mewahnya di pinjam untuk bersenang senang.
Boy meminta Alex mengajak Risna.
“ok, gua tahu loe juga mo coba m-e-m-e-knya kan“ kata Alex.
Akhirnya semua ok.
Mereka bersiap, tengah hari Sabtu itu mereka berangkat. Tommy, membawa Dina, dengan mobil nya. Sedangkan Boy bersama Rini dan Sisca. Boy terpaksa berangkat dengan mobil Rini, karena mobil sportnya hanya memiliki dua kursi.
Sedang Alex akan menyusul, karena harus menjemput Risna, dan menunggunya bersiap siap sebentar. Risna berbohong pada orang tuanya, pergi berdarmawisata bersama sekolahnya.
Akhirnya mobil Alex berangkat juga. Alex lebih lambat satu setengah jam dari kawan kawannya. Alexpun membawa Risna masuk ke villanya.
Mereka terus berjalan menaiki tangga menuju lantai dua. Dari pintu kamar yg terbuka sedikit, terdengar suara erangan erotis. Alex membawa Risna masuk ke dalam kamar itu. Risna sangat terkejut. Di kamar itu tampak Boy sedang mengoyg Rini dari belakang, dan Tommy menindih Sisca yg terus mengerang nikmat.
Sedang Dina, berdiri, dengan stopwacth di tangannya.
“eh, ngapain loe Dina?“ tanya Alex.
“tuh, Tommy dan Boy lagi adu lama“ kata Dina.
“ha ha ha, pada gila kali yah n-g-e-t-o-t aja di adu“ kata Alex.
Dina pun tertawa.
“iyah bagus juga, yg paling bertahan, gua kasih hadiah, boleh n-g-e-t-o-t-in si Risna“ kata Alex.
Risna mulai merasa tak enak, dia hendak keluar dari ruang itu. Tapi Alex memeluknya dari belakang.
“mo kemana sayang“ kata Alex.
“Lex, apa apaan sih nih“ kata Risna
“Ini namanya sex party“ kata Alex sambil menciumi leher Risna.
Risna mengeliat.
“loe tenang aja“ kata Alex yg terus merabai dada Risna.
“Lex jangan begini, dong“ kata Risna. “loe tenang, loe belum terbiasa dengan pergaulan gua orang, tenang lama lama loe juga biasa koq“ kata Alex yg terus merabai dadanya yg masih terbungkus t-shirt pinknya.
Tangan Alex tak segan mengangkat rok mini nya ke atas hingga celana dalam putih Risna terlihat jelas. Risna meronta
“Alex, jangan saya malu“ katanya.
“Ahhh.. shit gua gak tahan….” jerit Tommy, melepas spermanya.
Tommy tampak terkulai.
Sedang Boy terlihat masih santai, dan terus menggoyang Rini, yg sudah berganti posisi. Kini Rini terlentang, dan Boy terus mengoyangnya sambil mencium bibir Rini.
“ohh gila Boy, gua udah gak kuat nih“ erang Rini.
“Lihat tuh, si Boy hebatkan, loe mesti coba k-o-n-t-o-l nya Ris“ kata Alex, sambil meraba selangkangan celana dalam Risna.
“Alex, jangan begini please..” kata Risna.
Boy pun sudah di ambang ke puncak kepuasannya, dia melenguh
“ohhh gila, enak.. gua keluarrr“ Boy pun terbaring lemas.
Dina menghapiri Boy,
“hebat, loe memang hebat“ kata Dina, sambil mencium bibir Boy.
Tangan Dina mengelus elus k0ntol Boy, udah lemes yah, masih bisa gak, m-e-m-e-k gua juga mau nih..” katanya mengoda Boy.
Boy pun menarik tangan Dina, dan melumat bibirnya.
Semua ini tak luput dari pandangan Risna, yg masih terbengong bengong melihat mereka. Sesaat kemudian Sisca dan Rini segera ke kamar mandi.
Alex berkata
“Risna, begina lah kehidupan sex kita orang sehari hari, bebas saja, mau n-g-e-n-t-o-t sama siapa saja silakan, asikkan“ .
“oh yah, tapi engak boleh ada cinta cinta an, love no, sex yes“ kata Dina, sambil menatap Tommy.
Tommy tak bisa berkata kata. Risna meronta,
“loe semua, orang gila“ kata Risna.
Alex melepaskan tubuh Risna yg meronta. Dia menghapiri Dina. mencium bibir Dina dengan mesra.
“jadi, loe yg selama ini, bikin teman gua patah hati yah..” bisik Alex.
Alex menarik tubuh Dina, membawanya ke sofa. Alex duduk di sofa itu, dan memangku Dina. Dia membuka lebar kaki Dina yg duduk di pangkuannya.
Tangan Alex meraba raba, selangkangan Dina, yg sudah basah itu.
“ohh… Alex“ erang Dina.
Risna berdiri terpaku melihat Alex yg di anggapnya pacar, mencumbu gadis lain di hadapannya.
“ohh, Alex, aku cinta padamu“ kata Dina, seperti sengaja mengejek Risna.
“eh jangan tegang gitu, santai aja“ kata Rini yg baru keluar dari kamar mandi.
Sisca dan Rini pun duduk di pinggir ranjang menyaksikan Alex bermain dengan Dina.
“Alex, mainkan dong“ kata Sisca.
Dina pun mendesah desah kenikmatan, ketika jari jari Alex menyelinap di balik celana dalamnya. Jari itu bergetar, memberi Dina sensasi nikmat.
“Ohh, e-n-t-o-t-in gua dong, gua udah gak tahan nih“ kata Dina.
Alex pun melepas celana dalam Dina, dan Dina mengambil posisi menungging di atas sofa kulit itu. Sebelum melakukan penetrasi Alex menjilati memek Dina.
“ohh enak.. Alex.. ohh udah.. e-n-t-o-t-in aja“ pinta Dina yg sudah tak tahan lagi.
K0ntol Alex pun mulai mendorong, masuk ke dalam tubuh Dina. Ada perasaan geram di hati Risna. Tommy mendekati Risna
“udah, loe jangan tegang gitu, ayo sini, duduk“ kata Tommy, menarik tangan Risna.
Akhirnya Risna pun duduk di sebelah Tommy.
“angep aja nonton BF“ kata Tommy lagi. Wajah Risna masih tampak tegang.
“ohh, terus Lex, bikin gua keluar dong.. gua udah mau nih“ erang Dina menikmati sensasi yg di berikan Alex.
Alex pun terus mengoyang tubuh Dina. Dan Akhirnya Dina mengerang “gua keluarrr…“ erang Dina.
Alex masih mengoyang untuk beberapa saat, sampai spermanya muncrat dalam memek Dina. Alex terduduk lemas di sofa itu, dan Dina duduk bersender di dada Alex.
“enak mana m-e-m-e-k gua apa m-e-m-e-k dia“ kata Dina.
Alex mencium bibir Dina, “m-e-m-e-k eloe lebih enak, pantes, Tommy tergila gila sama loe“ jawab Alex.
Muka Tommy memerah.
“Risna eloe mau gak main sama gua, gua yakin m-e-m-e-k loe lebih enak“ kata Tommy.
Risna tak menjawab dia hanya melongo saja. Saat itu bibir Tommy mendekat, dan mencium bibir Risna. Risna pasrah, dan balas melumat bibir Tommy.
Tangan nakal Tommy pun bermain di dadanya, meremas lembut buah dada Risna. Matanya terpejam, untuk menutupi rasa malunya. Tommy segera melucuti pakaian Risna, satu persatu lepas dari tubuhnya. Lidah Tommy pun menjilati buah dadanya, dan terus memainkan putting susunya.
Risna semakin birahi. Memeknya makin basah. Saat jari jari Tommy meluncur ke dalam celananya Risna mendesah pelan
“ahh….ashh“ Jari Tommy membelah bibir memeknya yg tebal, dan memainkan klitorisnya.
Desah Risna makin jelas.
Saatnya Tommy melepas celana dalam Risna, dan memandang memeknya. Memeknya dengan model bibir memek yg tebal, sehingga menutupi liang memeknya dan klitorisnya. Jari jari Tommy harus membelah bibir memeknya untuk menemukan klitorisnya yg tersembunyi.
“ahhhh…“ jerit nikmat Risna, ketika lidah Tommy menjilati klitorisnya.
Lidah Tommy bermain dan jari jarinya juga menusuk nusuk liang memeknya. Tubuh Risna mengelijing nikmat.
“ahhh.. enakk.. gua…mau.. mau keluar nih“ erang Risna yg mulai lupa diri.
Tommy terus membawanya menuju puncak nikmatnya. Risna mengejang orgasme.
Kini gilaran Risna harus memuaskan Tommy dengan mulutnya. Rini dan Sisca bertepuk tangan saat K0ntol Tommy masuk ke mulut Risna. Saat itu Risna sudah tak bisa menolak, dia pun mengoral k0ntol Tommy dengan nafsu. Tommy pun mengerang kenikmatan.
Terus mengoyang k0ntolnya di mulut Risna. Maju dan mundur, sampai spermanya membanjiri mulut Risna.
Tommy tampak terengah engah. Perlu waktu beberapa saat untuk k0ntolnya bangkit kembali. Boy pun mendekati tubuh Risna. Dan dia melebarkan kaki Risna. Risna sedikit meronta. Jari jari Boy segera menguak bibir memek Risna, dan menjilati klitorisnya.
Kembali tubuh Risna mengejang kenimatan. Dia mendesah desah
“ohh ….ahhhh..ahhh“ Boy terus memberi Risna kenikmatan.
Lidah Boy terus mengelitik memek Risna hingga Risna mencapai puncak kenikmatannya.
K0ntol Tommy pun bangkit, dan mulai mendesah memek Sisca.
“Awww…. Ahhh“ jerit Risna saat tubuhnya menerima k0ntol Tommy.
Tommy pun terus bergerak, mengoyang tubuh Risna. Tommy benar benar menikmati ABG yg belum pernah di coba sebelumnya.
Boy pun tak mau ketinggalan, mendorong k0ntolnya ke mulut Risna. Risna menerimanya. Tubuhnya di nikmati dua cowok sekaligus. Mereka terus bergoyang, mencari puncak kenikmatan mereka.
Tommy akhirnya melepas spermanya di dalam tubuh Risna, dan menyusul Boy yg menyiram mulut Risna dengan spermanya.
Mereka terengah engah ke lelelahan.
Risna akhirnya bisa mengikuti permainan mereka. Dan di nobatkan menjadi member mereka. Malam harinya mereka makan dengan ceria.
Mereka bercanda dan begurau. Tak ada rasa dendam dan marah. Dina dan Risna juga tak lagi saling mengejek. Tapi Boy, Tommy dan Dina, masing masing, masih saling berperasaan satu sama lain.
Dina, entah apa yg di miliki dirinya, sehingga bisa membuat Tommy tergila gila padanya, dan membuat Boy suka padanya. Dina diam diam masih mencintai Tommy. Sebenarnya Tommy pun mencintai Dina, tapi entah apa yg ada dalam hatinya.
Malam itu mereka tertidur dengan membawa minpinya masing masing.
Dari atas jendela kamar, Tommy menatap dengan wajah emosi. Di kolam renang itu dia melihat Boy memeluk tubuh Dina dengan mesra. Mereka pun terlihat berciuman dengan mesra. Lalu berenang dengan santai, saling bermain di air yg dingin itu.
“Tommy, kalau memang loe suka sama si Dina, kenapa ngak bilang terus terang saja“ kata Rini yg berdiri di sampingnya. “ah eh, maksud eloe apa“ kata Tommy.
“Tom, buat apa sih loe ngebohongin diri loe sendiri“ kata Rini lagi.
“si Dina memang cinta sama loe, kenapa loe gak terima saja cintanya“ kata Rini.
“loe tahu kan gaya bergaul kita orang“ kata Tommy.
“terserah leo deh, tapi kalau gua jadi loe gua akan menjadikan Dina pacar gua“ kata Rini.
“terus gua gak bisa lagi n-g-e-n-t-o-t sama leo dong“ jawab Tommy.
“oh itu tergantung loe sama Dina“ jawab Rini.
“maksud loe“ kata Tommy binggung.
“yah, kalau Dina kasih loe main sama cewek lain, dan loe juga kasih dia main sama cowok lain, kan tetap bebas, tapi loe tetap pacaran sama dia“ kata Rini membeDinan sarannya.
“gua ngak ngerti, buat apa gua pacaran kalo gitu“ kata Tommy.
“yah udah, buat apa lagi, loe kesel liat si Dina ciuman mesra, tuh“ kata Rini sambil menunjuk ke bawah, di mana si Dina dan Boy sedang asik berciuman.
Tommy hanya bisa menyaksikan semua itu, dengan hati gundah.
AGEN CAPSA
BANDAR CAPSA
BINTANG CAPSA
LINK ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment